Sunday, July 9, 2017

[ Ungkapan Cinta Terindah Untuk Seorang Anak ]

Ayah, bunda..
Bagaimanakah cara ayah,bunda mengungkapkan rasa cinta kepada anak?

"Anakku, aku mencintaimu" atau "sayang ibu cinta kamu"

Begitu kah? Rata-rata orang tua cukup sederhana dan singkat mengungkapkan rasa cintany kepada anak-anak,

Coba kita liat contoh terbaik yang hadir dalam dunia parenting yaitu Rosullulah, bagaimana cara Roaullulah menyampaikan rasa cintany kepada Hasan dan Husen, mari kita simak kisah berikut.

Usamah bin Zaid berkata: Aku mendatangi Nabi karena sebuah keperluan. Beliau keluar sambil berkerubut dengan sesuatu, aku tidak tahu apa itu.
Setelah selesai urusanku, aku bertanya: Apa yang kau kerubuti itu ya Rasulullah?

Rasul pun membukanya, ternyata Hasan dan Husain di belakang Nabi.

Nabi berkata: Ini dua putraku, putranya putriku, Ya Allah sesungguhnya aku mencintai keduanya, maka cintailah keduanya dan cintailah siapapun yang mencintai keduanya.

MasyAllah, pernahkah ayah bunda, mengungkapkan rasa cinta seperti ini, ungkapan cinta yang begitu dalam, begitu romantis dan penuh dengan keridhoaan Allah.

Ada beberapa poin menarik bagaiamana Rosull mengajarkan kita tentang cinta, bahwasanya mencintai orang yang kita cintai butuh
- persaksian cinta
- ungkapan cinta
- aduan cinta ini kepada Allah
- Doa dalam cinta
- Menebar cinta 

Maka, ayah bunda..
Mari kita belajar dari Rosull agar kita bisa menjalani hidup sebagai orang tua yang penuh cinta dan pintar dalam mengungkpakan cinta.
Dan tak lupa adukan cinta kita selalu kepada Allah, agar orang-orang yang kita cintai selalu dalam ridho Allah, dan cinta kita selalu dalam ridho dan kasih sayangany.

#kabolmenulis14
#days15
#zahrasalmon

(Terinspirasi dari tulisan #sapapagi Ustadz Budi Ashari, Lc)

[Mengapa minyak ikan dapat menambah nafsu makan?]

"Alhmdlh ms nendra cocok bun, bb nya smakin nambah, tambah pinter,cerdas, n buat kekebalan tubuh nya juga bagus" (Bunda Safrina)

"Iya cocok mba. Anakku jd suka makan dan jarang sakit. Alhamdulillah makanya repeat order. Terimakasih mba "(bunda sukma)

Seneng tidak bun, kalo anak kita mudah makany? Rasany bahagia kan, tak perlu keliling dunia ya untuk membuat mak-mak bahagia,hehe

Klo mak-mak yang udah kenal minyak ikan, tak perlu kawatir lagi kalo nyuapin makan,soalny salah satu manfaat minyak ikan itu menambah nafsu makan,

Kenpa minyak ikan menambah nafsu makan? Karena di dalam minyak ikan terdapat vitamin A, D dan juga kalsium,

Jadi, bila orang tua jaman dulu menganggap minyak ikan dapat menambah nafsu makan pada anak, ada benarnya. Karena memang di dalamnya terdapat unsur penambah nafsu makan. "Umumnya, komposisi obat penambah nafsu makan itu kebanyakan vitamin dan yang dominan adalah vitamin B kompleks. Namun vitamin D juga termasuk unsur yang bisa membangkitkan nafsu makan," kata pakar Gizi Nufri

Nah,siapa yang anakny masih susah makan? Boleh dicoba ya bunda minyak ikan

[ Ayo Nak, Hujan-Hujanan ]

Ibu : " ayo nak hujan-hujan, sama ibu "

Anak : "iya ibu.. Ye ye ye.. Uh uh seger banget ibu, hihihih aku seneng hujan-hujan"

Ibu : " iya ayo ucapkan alhamdulilah ya Allah, hujan ini berkah"

Anak : "alhamdulilah ya Allah,Hujan berkah.... "

----------++---------
Menyenangkan, bagi anak-anak hujan-hujanan adalah hal yang asik apalagi ditemani dengan orang tuanya.

Karena hujan bukan sekedar sebuah kesenangan bermain dengan rintik-rintik air yang menjatuhi kepala kita, karena hujan bukan sekedar penelitian ilmiah tentang manfaat hujan yang hari ini banyak dibahas oleh para ilmuwan.

Hujan-hujan perlu dibahas karena anak-anak cenderung senang dengan hujan-hujanan . sementara para orang tua sangat khawatir anakny hujan-hujanan tak jarang kalimat-kalimat mencela hujan tak sadar mereka ucapkan
"Jangan hujan-hujan nanti masuk angin, nanti demam, nanti pilek, dst..

Apakah melarang kesenangan anak hujan-hujan merupakan konsep parenting yang benar?

Mari kita tengok uswatun khasanah kita Rosullulah seorang yang sangat ahli tentang bagaiamana menjalani hidup ini, termasuk bagaiaman parenting yang terbaikterbaik.

Dengarkan kisah Anas bin Malik radhiallahu anhuberikut ini:

قَالَ أَنَسٌ: أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ، قَالَ: فَحَسَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ، حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا؟ قَالَ: «لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى»

Anas berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?

Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.” (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan hadits ini,

“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.” (Al Minhaj)

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan. Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata: Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan. Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata: Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana.

Abul Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan,

“Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits: penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.” (Al Mufhim)

Bahkan para ulama; Al Bukhari dalam Shahihnya dan Al Adab Al Mufrod, Muslim dalam Shahihnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubro. Semuanya menuliskan bab khusus dalam kitab-kitab hadits mereka tentang anjuran hujan-hujanan.

Nah, bagaimana bun apakah masih ada yang sangsi dengan air hujan?

Ternyata bermain hujan-hujanan itu dianjurkan.
Sekarang tidak ada alasan lagi melarang anak-anak kita bermain hujan.

Bolehlah sekali-kali menemani mereka hujan-hujanan, tidak usah terlaku kawatir hujan adalah berkah. Jika memang anak kita dalam kondisi tidak fit kita boleh melarangny, tetapi kalau mereka dalam kondisi sehat dan bugar, mengala kita melarangnya?

Hujan adalah kesucian, hujan adalah pengirim ketenangan, hujan bahkan penghilang kotornya gangguan syetan.

Selesai hujan-hujanan mari kita mandikan anak kita, kita guyur kepalanya dengan air, lalu kita kasih minyak kayu putih, beri anak kita madu, boleh juga dengan minyak ikan, agak kekhawatiran itu pergi. Dan keberkahan lah yang telah mengguyur kepala dan sekujur tubuh anak-anak kita.

Ayo ayah bunda, main hujan-hujan bersama anak-anak kita, cobalah pasti kau tak kan melupakan kebahagian bermain dibawah guyuran hujan yang penuh berkah.

#kabolmenulis14
#days14
#zahrasalmon

(Terinspirasi dari tulisan ustad Budi Ashari, Lc diwww.parentingnabawiah.com)

[Asikny mengobrol dengan pasangan menjelang tidur]

Menjelang tidur, diatas kasur sembari melihat anak-anak yang tertidur pulas biasanya hal yang paling ditunggu-tunggu seorang istri adalah bercerita puas tentang kegiatanya sehari penuh dengan suaminy.

Nah bagaiman dengan bunda? Apakah bunda merasakan hal yang sama, merasa sangat butuh dan senang jika bercerita kepada suami sebelum tidur?

Pasti kita semua punya kesan tersendiri ketika mengobrol bersama suami.

"Yang saya rasakan ketika ngobrol bersama suami sebelum tidur serasa beban seharian yang saya jalani terasa hilang seketika, jika satu malam saja tidak ngobrol sama suami, tidur jadi kurang nyenayak berasa ada beban yang belum tersampaikan, maka saya berusaha membuat cerita saya menarik dan menyenangkan bagi suami,agar suami tak bosan mendengarkan dan semangat selalu mendengarkany. "

Lalu apa yang bunda rasakan? Itulah perasaan saya.

Ternyata Rasulullah pun berbincang-bincang dengan istriny menjelang tidur. Mari kita simak perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu.

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُوْنَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ

“Aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan istrinya (Maimunah) beberapa lama kemudian beliau tidur”. ( HR Al-Bukhari IV/1665 no 4293 dan Muslim I/530 no 763)

Menarik, percakapan sederhana pasangan suami istri yang di satukan oleh pernikahan suci ternyata berdampak pada keutuhan dan keharominsan rumah tangga. Cukup bahagia bagi istri memiliki suami yang dapat mendengarkan curhatny, mendengarkan ceritanya.

Cukup bahagia bagi suami mendengarkan coleteh menarik istri yang solihah, sehingga hilanglah penat bekerja seharian di kantor.

Maka, suami jadilah pendengar yang baik, dan istri jadilah pembicara yang menyenangkan, maka kebahgaianmu akan selalu di rdihoi Allah, dan cinta kalian akan selalu terjaga sepanjang hayat.

#kabolmenulis14
#days12
#zahrasalmon

(Terinspirasi oleh tulisan Elvin Sasmita, diwww.parentingnabawiah.com)

[Mengenal Bakat Alla Rosullulah]

Pembahasan tentang mengenal bakat dan potensi memang sejak dulu menarik untuk dibahasa.

Maka muncullah pakar-pakar yang meneliti berbagai cara untuk mengetahui potensi diri. Termasuk di Indonesia ada pak Farid Poniman seorang penemu tes sidik jari Stifin, Stifin berfungsi untuk menguji potensi genetik bawaan,yang setiap orang bawa dari sejak lahir sampai dia meninggal.

Jika anda ingin tau tentang potensi anda lewat stifin silahkan saja, dan persiapkan uang sekitar 500 ribu per orang ya ayah,bunda.

Uang 500 rb mungikn tidak tak terlalu mahal bagi yang mampu, tapi adakah cara mengetahui potensi secara akurat dan murah?

Ternyata Rosullah pun juga mengajari kita, bagaimana cara mengenal potensi yang ada di dalam diri kita, dengan cara mengetahui nasab kita.

Nasab secara etimologi berarti kerabat, sedangkan menurut terminologi kekrabatan antara dua orang.

Dengan mengetahui nasab, kita bisa tau potensi terbesar pada diri kita dan keluarga kita, maka dari itu bangsa Arab sangat menjaga nasab mereka sampai Allah menjadikan mereka contoh untuk di teladani bagi seluruh umat manusia.

Contoh termudah adalah Nasab Rosullulah, Rosullulah terlahir dari nasab terbaik di kaumny, dan kakek moyang Rosull kebanyakan mereka adalah pemimpin maka lahirlah seorang muhammad yang memiliki potensi kepemimpinan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abdullah bin Abbad, Rasulullah SAW bersabda; Aku Adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik (bin Al-Nadhir) bin Kinanah bin Khuzaemah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin NIzar bin MA'ah bin Adnan

Maka Rosullulah pun mengajarkan kita untuk mengetahui dan mempelajari nasab kita, bukan untuk sekedar mengetahui potensi tapi juga untuk manfaat besar lainy.

Diriwayatkan dari Rasulullah SAW:"Pelajarilah silsilah nasab kalian agar kalian mengenali hubungan darah kalian.. "

Maka, ayah bunda..
Yuk kita cari tau nasab kita, yuk kita pelajari nasab kita, tak perlu mengeluarkan uang yang banyak, cukup kita lihat dan kita tanyakan ke nenk moyang kita.

BarakAllah fikum

#kabol14
#days13
#zahrasalmon

[Ketika Kuliner Menjadi Acara Wajib Bagi Keluarga]

" gak mau, aku g mau makan ini ibu, ini gak enak, aku gak suka, pahit yeek,gak enak makananya, aku mauny steak, nugget, roti..( dia terus menyebut daftar menu kesukaany )

Pernahakah bunda mengalami hal demikian saat memberi makan kepada anak?

Mari bunda kita muhasabah diri, ada apakah gerangan anak kecil zaman sekarang sangat susah menikmati hidangan, dari berbagai alasan, terbesit di pikiran saya masalah "budaya kuliner"

Mengapa dengan kuliner, apakah salah? Apakah kuliner itu haram? Jelas jawabny tidak, kuliner itu halal tidak bisa semerta-merta orang mengharamkan hukumny,

Tetapi mari kita bermuhasabah bunda, ketika anggota keluarga menjadikan kuliner agenda wajib, memang ada keluarga yang seperti itu?

Bahaya ketika anggota keluarga mengagap kuliner adalah wajib baginy, dan merasa sangat terdholimi haknya jika satu pekan saja tidak kuliner di luar rumah. Atau merasa ada untaian kebahagiaan yang terputus jika kuliner tidak dijalabkan. Atau seorang ayah yang merasa sangat bersalah hingga perlu minta maaf ketika minggu tidak keluar kuliner.

Permasalahny adalah jika kebiasaan kuliner menjadi sebuah kewajiban, iya kewajiban.maka hal itu jadi sesuatu yang sangat penting bagi keluarga.

Mari kita simak pola makan Nabi teladan kita bersama keluarganya.

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذَاتَ يَوْمٍ «يَا عَائِشَةُ، هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟» قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ»

Dari Aisyah Ummul Mu’minin radhiallahu anha berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata kepadaku suatu hari,

“Hai Aisyah, apakah kamu punya sesuatu?”

Aisyah menjawab: Ya Rasulullah, kami tidak punya apapun.

Rasul menjawab, “Kalau begitu, aku puasa.” (HR. Muslim)

Ini bukan masalah kemiskinan atau kekurangan. Tapi ini masalah menyederhanakan urusan makan dan minum. Karena ini dilakukan juga oleh para sahabat lain. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al Bukhari dalam salah satu judul babnya di dalam Kitabnya Shahih,

وَقَالَتْ أُمَّ الدَّرْدَاءِ: كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُولُ: «عِنْدَكُمْ طَعَامٌ؟» فَإِنْ قُلْنَا: لاَ، قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ يَوْمِي هَذَا» وَفَعَلَهُ أَبُو طَلْحَةَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ، وَابْنُ عَبَّاسٍ، وَحُذَيْفَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Dan Ummu Darda’ berkata: Abu Darda’ berkata: Apakah kamu mempunyai makanan?

Jika kami jawab: Tidak ada, dia berkata: Kalau begitu aku puasa hari ini.

Hal ini juga dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Hudzaifahradhiallahu anhum.
(www.parenting nabawiyah.com)

Begitulah kebiasaany rosullulah dan diikuti oleh keluaraga para sahabat nabi.

Lalu apa hubunganya dengan budaya kuliner?
Ada kekhawatiran kebiasan kuliner yang nyaris dianggap wajib menjadikan pola makan kita begitu rumit, kalo tidak dirumah makan A , tidak mau makan, kalo tidak dirumahkan B suasan makan jadi membosankan.

Silahkan kita menikmati makanan yang lezat di rumah makan A, B dan C. Tapi sudah waktunya kita membuat pola makan di keluarga kita sesederhana pola makan Rasullulah dan keluarganya.

Nikmati masakan yang dimasak di rumah, nikmati kebahagian bersama dirumah dengan hal yang sederhana, bukankah bahagia itu sederhana?

#kabolmenulis15
#days8
#zahrasalmon

(Terinspirasi dari tulisan ustad budi ashari, Lc)

ini ceritaku....

#LatePost
Kk " umi... Ini gak bisa sedotany
Me " bisa kakak, ayo berusaha lagi anak solih," 
Dan nizar pun berusaha sangat keras,akhirny satu sedotan bisa nancep diminuman itu, 
Kk" yeee, alhamdulilah umi.. Bisa
Me " masyaAllah hebat kakak, kak umi ke kamar dulu ya liat dek ulya

Beberapa menit kemudian, botol itu telah tertancap banyak sedotan. Bukan cuma satu sedotan yang dia keluhkan di awal.

-sederhana, kalimat sederhana yang penuh motivasi seorang ibu ternyata menghasilkan semangat yang diluar biasa pada anakny, sehingga dia melakukan semaksimal mungkin pekerjaanya

- sederhana, perkataan yang baik mempengurahi prilaku baik, maka pantas lah rosull bersabda "berkatalah yang baik, klo tidak bisa berkata yang baik,maka diamlah "

#zahrasalmon