Ada yang Tanya “emang km pny kisah cinta”.emm…aku pun berfikir ”kyakna emang g pny deh,tak coba mengingat – ingat teruz…e5 bener oh no……,mungkin aku terlalu cuek tantang hal itu,atau mungkin malah gk punya kesempatan ngrasain hal itu,jelas saja selama 6 thn di pondok tak kenal cowok,sekarang kuliah pun mayoritas temenku cewek semua,klo da cowok pun udah pnya pacar,jd ingat kejadian di kelas waktu pak dosen bilang “masa muda klo gk pernah pacaran berarti gk pernah muda” sontak temen – temen pada liatin aku semua,and bilang “itu tu pak zahro gk pernah muda “…ohh……no,siapa bilang aku tak pernah muda.
Yah…walau gk pny kisah cinta paling tidak aku pernah ngrasain cinta lah,oz…maaf,belum saya jelasin kisah cinta di sini maksudnya cinta antara perempuan dan laki – laki,jadi ya nguplek usek masalah ni dulu,baru nanti ku critakan kisah cintaku yang sangat menentramkan hati(di lain tulisan maksudnya)…ok kembali ke awal,sampe mana ya..???
Begini loh………aku mau crita klo aku pernah jatuh cinta,hemm,malu sih sebenarnya,kisah cinta kan bukan konsumsi public,tapi kisah cinta malah di paling di cari pada umunya,coba liat novel apa yang paling laku “ayat – ayat cinta kan “ tu da kata cintanya,bukti lain di kampusku yag islami pun mata kulaih dramany mengunakan judaul “robin and Mariah “ tuh lagi – lagi masalah cinta,cinta..emmm e5 tak habis di bicarakan,oleh karena itu ok lah aku critakan kisahku..
emmm
Sebentar,sebelum crita.suuut,janji ya jaga rahasia ya..hhe,eh….gk mulai2 deh critanya,pembaca di harap sabar ya…hhhe
Waktu itu aku kls 4 KMI setara dengan kls 1 SMA,aku gk pernah kenal cowok kecuali ustad – ustad ku yang dah pny anak bahkan cucu,mana bisa jatuh hati ma mereka..hhe,truz…waktu itu,emm,aduh sulit di ungkapakan,bismilah…,waktu pelajaran tafsir yang ngajar ustd hasbi bapaknya mbak wahdah yang jamilah,hhe,beliau cerita tentang seorang laki – laki yang seumuran dengan kita,jelas ja kita seneng bgt,namanya juga wanita.he,cowok itu pinteerrrr banget,setelah dia lulus SMP masuk lah ia ke SMA 1 Solo sekolah favorit yang isinya orang –orang pinter tok,tapi krn dia lulusan AlISlam sekolah islam di solo,dia merasa tertekan sekolah di SMA 1,bukan karena pelajarn yang susah baginya (klo bagiku yang anak pondok mah susah bgt atuh…..)tapi krn setiap hari dia harus melihat temen2 ceweknya yang g pake jilbab dn aurot di umbar(uhhh..bhsny kasar bgt,tak pa lah kadang kita jg harus kasar pada kedholiman)singkat crita dia pindah tuh ke Pon Pes “ISY KARIMA” subhanAllah.tau pondok isy karima kan?itu pondok khusus anak2 yang dobel jenius,bayangkan saja bisa masuk sana dengan syarat MTK,IPA nilai harus 8 +,nd di sana 4 thn harus hafal qur’an..bikin ngiler….cita 2 penulis nih jadi hafidoh,doain ya temen2…
.
Uhh…mana kisah cintanya,td mah crita beografi orag atuh….tenag sabar dulu,belanda masih jauh.hhe.begini setelah mendengar beografi tentang cowok itu,bisa di tebak mayoritas temen pada jatuh hati..ihhi,termasuk penulis gt,tapi…..sampai sekarang belum ketemu ma cow tu,ketemu?kenal ja belum..kek
Itu kisah pertmaku..tapi saat ni penulis lagi ngrasain lagi debar2 jatuh hati…entah siapa dan bagaimana kisahnya,itu RAHASIA…besok lagi deh tak critakn klo dah pasti..what pasti,maksudnya???hhe entahlah…………
Sudah ah mpe sini saja…kisah cintaku biar nanti saja ku rajut dengan benag emas di waktu yang tepat,waktu yang di ridhoi Allah,waktu yang syariat membolehkan,..waktu di mana bunga – bunga bertebaran di kamarku.ohhhhhhhh so sweet ^^
,ini kisahku apa kisahmua???
ini blog saya, zahra salmon, pengusaha salmon solo yang sedia banyak minyak ikan salmon, jadi para distributor herbal segera merapat untuk mendapatkan minyak ikan salmon berkualitas nd pastiny harga grosir.eits.. saya juga seorang guru di SDII AL ABIDIN Surakarta
Thursday, September 1, 2011
Wednesday, August 31, 2011
MAHER ZAIN IN LYRIC ^^
Aku bingung mau mulai dari mana nd mau nulis apa,aku sudah lupa bagamana cara menulis yang baik,bahkan sepertinya aku tak pernah menulis..emmm,..apa ya,oh ya nulis tentang lagunya maher zain ja,ni juga lagi dengerin lagunya..ku mulai dg hamdalah..ehh bismilah
For the rest my life,em…lagu yang sangat mengispirasi bagi pasangan muda seperti kami,(ini critnya penulis baru memulai hidup baru,,hhaahai,bo’ong deng lum nikah og)setelah merasakn betapa panjang dan pahitnya perjalan penantian akhirnya bisa menikmati lagunya maher zain for the rest of my life,yang sebelumnya merasa teiris2 dengan lagunya edcoustic “nanti kan ku di batas waktu” dan waktu pun telah terlaluai,alhmdulilah alla kulli hal..
Allahu kiya karo…walaupun tak terlalu faham maksud kata ini,tapi sungguh,tak bisa di pungkiri lagu ni menumbuhkan semangat baru dalam hidup,dg lyric yang menarik dan nada yang semangat,tepat sekali untuk orng yang sedang dalam perjuangan untuk selalu mengembalikan semangat perjuanga..Alllah ya Allah,oh…esa kono kiya karo esemele kiya karo,..hhe klo g salah
Baraka Allahu lakuma,wa Baraka alaikuma,wa jamaa baina kuma fie khoiren…so sweet..mengawali cinta yang suci,cinta yang di landasi ketaatan,cinta yang menyempurnkan iman,cinta yang mengajak kepada kebahagian dunia dn akherat,cinta yang menyatukan dua insan untunk mengemban dakwah yang lebih besar tantanganya,cinta yang dapat di pertanggung jawabkan,cinta yang menumbuhkan mujahid – mujahid masa depan..satu ikatan yang abadi,MENIKAH ya itulah jawabanya ^^
insyaAllah we found d way..insyaAllah…..jika benar – benar mencari kebenaran,dan bersungguh mencarinya,menghilangkan dua mim yang menghalangi kebenaran,mim yang pertama mutakbir bisa di sebut sombong,tidak mau menerima ilmu dari siapa saja,hanya berptokan asas kebenara nafsi ,mim yang ke dua mustakhiy atau malu,malu bertanya,malu menjawab,malu mengeluarkan argumentasi.hilangkan itu insyaAllah we found d way
open your eyes…we just have to open our eyes nd maind,buka mata buka hati we will get d best way,ilmu itu ada di mana – mana tapi hanya orang yang dapat membuka mata dn hatinya yang bisa mendapat ilmu dari arah mana saja,karena orang yang dpat membuka mata,dan hatinya adalah orang yang tak sombong dan merasa punya banyak ilmu
ya nabi salam alaika,ya rosul salam alaika,ya habib salam alaika…..Rosullah kami sangat rindu padamu engkaulah manusia pilihan,engkaulah kekasih abadiku,engkaulah arsitektur peradaban,engkaulah pemimpin yang kami rindukan,engkaulah tauladan yang tak kan pernah menghianati,engkaulah yang mengenalkanku pada sang maha kuasa yang tak da bandingan selainya…maka tak pantas bagi kami melupakan bersholawat kepadmu wahai rosull yang mulia.solu ala rosulilah habibil mustofa
Alhmdulilah,alhmdulilah alla kulli hal….all praise to Allah,sungguh cukup di katakn sombong manusia hamba yang hina tidak mampu mengatakan kalimat yang sederhana tapi penuh makna dan keajaiban bagi yang mudah mengucapkanya ini,alhmdulilah..pada setiap kedaan dan tempat.
Palestina will be free…insyaAllah…palestina sebuah Negara para syuhada ,para hafidul qur’an.para mujahed the king of ward,di sanalah terlihat benar orang – orang yang berjuang di jalan Allah dan jalan thoghut..”kam min fieten qolilaten ghulibat featan katsirotan bi idnilah” artinya berapa banyak kelompok yang sedikit dapat mengalahkan kelompok yang besar dengan izin Allah”
Hold my hand…wah,ini ni lagu favorite,I give this lyric just for every body special in my life..hhe.lagu yang penuh kedamaian,penuh semangat persaudaraan,penuh jalan menempuh kebaikan,hold my hand there are many ways to d right.let’s pray for beautiful word..sekarang lupakn permusuhan,lupakn pertikayan,lupakan perbedaan,karena cukup tiga hal yang bisa menyatukan kita (menurut umar bin khattab).1kitab kita sama (alquran tercinta)2.nabi kita sama(rosullah sang inspektur perang).3.kiblat kita sama in d makkah almukaromah.umat islam bersatu tak bisa di kalahkan.emmm jadi ingat kata – kata waktu aksi thn lalu “UMAT ISLAM BERSATU,ORMAS ISLAM BERSATU,PARPOL ISLAM BERSATU,AKTIVIS ISLAM BERSATU,SANTRI BERSATU,ULAMA’ BERSATU,TA’MIR ISLAM BERSATU “hhe
and finaly………..alhmdulilah akhirnya bisa nulis,walau tak yaikn da yang baca.^^
Wednesday, March 9, 2011
LANJUTAN
Sejenak. Hanya sejenak. Bukankah jiwa kita butuh sejenak untuk diisi dengan cahaya ilahi. Bukankah pikir kita butuh sejenak untuk diisi dengan kecemerlangan kilauan pemahaman. Bukankah tubuh kita butuh sejenak untuk menghilangkan kepenatan yang melanda.
Sejenak memang merupakan suatu kekuatan sejati yang mampu mengalirkan energi baru bagi perjalanan kehidupan. Tapi sejenak bukan segalannya. Sejenak memberi jawaban, namun pada kenyataannya eksekusinya tidak berada dalam kesejenakan itu. Sejenak adalah bagian penting dalam kehidupan kita. Tapi kesejenakan bukan keseluruhan kehidupan itu sendiri. Kesejenakan hanya sebagian waktu singkat yang diambil untuk menenangkan diri agar mampu menghadapi kehidupan. Kenyataannya, keseluruhan kehidupan kita adalah pergerakan.
Maka berlarilah ! Berlarilah sejauh yang kita bisa. Berlarilah mengejar mimpi. Hidup ini hakikatnya adalah pelarian. Pelarian untuk mengejar mimpi dan cita-cita. Berlarilah yang akan mewujudkan berbagai keinginan. Maka wajar ketika Allah swt, dalam firman-Nya berfirman :
“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubahnya.” (Ar-Ra’d:11) Hal ini hanya didapat dari sebuah pelarian.
Berlari dalam hal ini, tidak saja dalam hal mengejar cita-cita, Ia memiliki dua arti. Mari kita lihat para penghianat bangsa dari setiap generasi : mereka yang menjadi antek penjajah; mereka yang menghianati bangsa mereka sendiri dengan menghianati arti kemerdekaan dan rakyat negri ini; mereka yang menjual aset negara dan aset rakyat; mereka yang mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber daya alam dan sumber daya manusia; mereka yang korupsi; mereka yang memimpin dengan zalim, tiran, dan tidak bermartabat.
Mereka adalah orang-orang yang kalah. Kalah mereka adalah orang-orang yang tidak ingin berlari. Tidak ingin berlari dari kekuasaan yang menggoda, tidak ingin berlari dari harta yang mengikat, tidak ingin berlari untuk menghadapi kenyataan, sehingga mereka kalah oleh kenyataan.
Berkacalah pada para pahlawan kita disemua masa. Tataplah ketegaran Rasulullah saw dan para sahabatnya. Belajarlah dari para salafusaleh dan pejuang muslim terdahulu. Tentang makna kecemerlangan mereka. Kenapa mereka berjaya? Jawabannya adalah karena pelarian. Pelarian dari kezaliman, pelarian dari penghianatan terhadap kebenaran, pelarian dari penghianatan terhadap prinsip dan cita-cita. Mereka adalah orang-orang yang menang. Menang karena mereka berlari. Mereka adalah apa yang Allah swt gambarkan : “…umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (Ali Imran:10)
Berlari adalah simbol. Simbol keberadaan. Jikalau kesejenakan adalah waktu singkat untuk mendapatkan energi kehidupan, maka berlari adalah cara menunjukkan energi itu, mengalirkannya, dan membuktikan keberadaannya. Berlarilah. Berlarilah mengejar kemenangan.
Resume buku “Menuju kemenangan dakwah kampus”, bab 4, karya Ahmad Atian
Sejenak memang merupakan suatu kekuatan sejati yang mampu mengalirkan energi baru bagi perjalanan kehidupan. Tapi sejenak bukan segalannya. Sejenak memberi jawaban, namun pada kenyataannya eksekusinya tidak berada dalam kesejenakan itu. Sejenak adalah bagian penting dalam kehidupan kita. Tapi kesejenakan bukan keseluruhan kehidupan itu sendiri. Kesejenakan hanya sebagian waktu singkat yang diambil untuk menenangkan diri agar mampu menghadapi kehidupan. Kenyataannya, keseluruhan kehidupan kita adalah pergerakan.
Maka berlarilah ! Berlarilah sejauh yang kita bisa. Berlarilah mengejar mimpi. Hidup ini hakikatnya adalah pelarian. Pelarian untuk mengejar mimpi dan cita-cita. Berlarilah yang akan mewujudkan berbagai keinginan. Maka wajar ketika Allah swt, dalam firman-Nya berfirman :
“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubahnya.” (Ar-Ra’d:11) Hal ini hanya didapat dari sebuah pelarian.
Berlari dalam hal ini, tidak saja dalam hal mengejar cita-cita, Ia memiliki dua arti. Mari kita lihat para penghianat bangsa dari setiap generasi : mereka yang menjadi antek penjajah; mereka yang menghianati bangsa mereka sendiri dengan menghianati arti kemerdekaan dan rakyat negri ini; mereka yang menjual aset negara dan aset rakyat; mereka yang mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber daya alam dan sumber daya manusia; mereka yang korupsi; mereka yang memimpin dengan zalim, tiran, dan tidak bermartabat.
Mereka adalah orang-orang yang kalah. Kalah mereka adalah orang-orang yang tidak ingin berlari. Tidak ingin berlari dari kekuasaan yang menggoda, tidak ingin berlari dari harta yang mengikat, tidak ingin berlari untuk menghadapi kenyataan, sehingga mereka kalah oleh kenyataan.
Berkacalah pada para pahlawan kita disemua masa. Tataplah ketegaran Rasulullah saw dan para sahabatnya. Belajarlah dari para salafusaleh dan pejuang muslim terdahulu. Tentang makna kecemerlangan mereka. Kenapa mereka berjaya? Jawabannya adalah karena pelarian. Pelarian dari kezaliman, pelarian dari penghianatan terhadap kebenaran, pelarian dari penghianatan terhadap prinsip dan cita-cita. Mereka adalah orang-orang yang menang. Menang karena mereka berlari. Mereka adalah apa yang Allah swt gambarkan : “…umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (Ali Imran:10)
Berlari adalah simbol. Simbol keberadaan. Jikalau kesejenakan adalah waktu singkat untuk mendapatkan energi kehidupan, maka berlari adalah cara menunjukkan energi itu, mengalirkannya, dan membuktikan keberadaannya. Berlarilah. Berlarilah mengejar kemenangan.
Resume buku “Menuju kemenangan dakwah kampus”, bab 4, karya Ahmad Atian
Sejenak demi sejenak. Begitulah Rasulullah saw mengajarkan kepada kita tentang konsistensi beribadah. Tentang kontinuitas bagaimana menyembah Allah swt.
Sejenak itu menentukan. Menentukan kehidupan setelahnya. Sejenak kesabaran pada kemenangan yang akan digapai. Sejenak penderitaan pada setiap kesuksesan yang hendak diraih. Bahkan ada sejenak duka sebelum kebahagiaan itu ditemui.
Sejenak memang memiliki kekuatan. Amatilah pemain sepak bola yang membutuhkan waktu sejenak untuk memasukkan bola kegawang, atau belajarlah dari atlet lompat jauh, memanah, dsb. Mereka membutuhkan kesejenakan dalam membangun konsentrasi, membentuk kekuatan lalu menyerang untuk kemudian menuntaskan sebuah kemenangan.
Begitupun bagi seorang muslim. Sejenak adalah sebuah momen penting kehidupannya. Sejenak adalah waktu untuk menyusun kekuatan menuju kejayaan. Sejenak juga merupakan waktu mempersiapkan energi untuk membangun peradaban, membangun kehidupan, untuk menuntaskan semuannya dengan baik, benar dan sempurna.
Sejenak mari kita renungkan kehidupan kita tentang apa yang telah terjadi. Mungkin masa lalu telah menipu kita atau kita yang telah menipu masa lalu. Bisa jadi ada duka yang harus segera di selesaikan dan ada hutang yang harus segera dibayarkan.
Sejenak mari kita pikirkan. Tentang apa yang sedang kita lakukan, tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan tentang apa yang sebenarnya dihadapi. Bisa jadi kita tertipu dengan segala aktivitas kehidupan yang melelahkan namun tanpa makna, tidak terbekas dan pergi entah kemana.
Sejenak mari kita bayangkan. Tentang cita-cita yang ingin kita gapai, tentang masa depan yang ingin kita ukir, dan tentang hari esok yang ingin kita raih. Karena masa depan butuh perencanaan.
Sejenak mari bertafakurlah. Renungkan apa yang terjadi pada kehidupan kita hari ini. Ada gelak tawa dan canda yang melelahkan dan melenakkan. Ada tangis anak negri yang masih saja terimpit kenistaan. Ada duka kaum terpinggir yang masih merasakan nestapa. Ada yang membutuhkan perubahan. Ada yang mengiginkan pembebasan.
Sejenak berpikirlah. Apa yang bisa kita lakukan untuk kehidupan, agar kehidupan itu tidak sia-sia. Sejenak berbuatlah, apa yang bisa kita buat untuk kemanusiaan, agar kemanusiaan tidak menjadi sampah. Sudah saatnya dunia menunggu kesejenakan kita. Mereka menantikan uluran tangan kita yang mungkin lebih beruntung. Dan semua hanya akan kita sadari dalam kesejenakan.
Hasil Resume Bab 4, buku karya Ahmad Atian.
Sejenak itu menentukan. Menentukan kehidupan setelahnya. Sejenak kesabaran pada kemenangan yang akan digapai. Sejenak penderitaan pada setiap kesuksesan yang hendak diraih. Bahkan ada sejenak duka sebelum kebahagiaan itu ditemui.
Sejenak memang memiliki kekuatan. Amatilah pemain sepak bola yang membutuhkan waktu sejenak untuk memasukkan bola kegawang, atau belajarlah dari atlet lompat jauh, memanah, dsb. Mereka membutuhkan kesejenakan dalam membangun konsentrasi, membentuk kekuatan lalu menyerang untuk kemudian menuntaskan sebuah kemenangan.
Begitupun bagi seorang muslim. Sejenak adalah sebuah momen penting kehidupannya. Sejenak adalah waktu untuk menyusun kekuatan menuju kejayaan. Sejenak juga merupakan waktu mempersiapkan energi untuk membangun peradaban, membangun kehidupan, untuk menuntaskan semuannya dengan baik, benar dan sempurna.
Sejenak mari kita renungkan kehidupan kita tentang apa yang telah terjadi. Mungkin masa lalu telah menipu kita atau kita yang telah menipu masa lalu. Bisa jadi ada duka yang harus segera di selesaikan dan ada hutang yang harus segera dibayarkan.
Sejenak mari kita pikirkan. Tentang apa yang sedang kita lakukan, tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan tentang apa yang sebenarnya dihadapi. Bisa jadi kita tertipu dengan segala aktivitas kehidupan yang melelahkan namun tanpa makna, tidak terbekas dan pergi entah kemana.
Sejenak mari kita bayangkan. Tentang cita-cita yang ingin kita gapai, tentang masa depan yang ingin kita ukir, dan tentang hari esok yang ingin kita raih. Karena masa depan butuh perencanaan.
Sejenak mari bertafakurlah. Renungkan apa yang terjadi pada kehidupan kita hari ini. Ada gelak tawa dan canda yang melelahkan dan melenakkan. Ada tangis anak negri yang masih saja terimpit kenistaan. Ada duka kaum terpinggir yang masih merasakan nestapa. Ada yang membutuhkan perubahan. Ada yang mengiginkan pembebasan.
Sejenak berpikirlah. Apa yang bisa kita lakukan untuk kehidupan, agar kehidupan itu tidak sia-sia. Sejenak berbuatlah, apa yang bisa kita buat untuk kemanusiaan, agar kemanusiaan tidak menjadi sampah. Sudah saatnya dunia menunggu kesejenakan kita. Mereka menantikan uluran tangan kita yang mungkin lebih beruntung. Dan semua hanya akan kita sadari dalam kesejenakan.
Hasil Resume Bab 4, buku karya Ahmad Atian.
RESUME KITAB FIQIH DAKWAH
OLEH
FATIMAH AZ-ZAHRA
MAKNA DAKWAH
Secara bahasa
An nida artinya memanggil
Ad-du’a ila syai’I artinya menyeru
Ad-dakwah ila qodhiyah artinya menegaskan atau membelanya
Suatu usaha berupa perkataan atau perbuatan untuk menarik manusia ke suatu aliran atau agama tertentu
Memohon dan meminta,ini yang sering di sebut dengan istilah berdoa
DAKWAH YANG KITA MAKSUDKAN
Membangun masyarakat islam
Dakwah dengan melakukan perbaikan
Memelihara keberlangsungan dakwah
KEWAJIBAN SECARA SYAR’I
Firman Allah “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran:104)
Firman Allah “ sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk setelah kami menerangkanya kepada manusia dalam alkitab,maka ia di laknati Allah dan di laknati oleh semua makhluk yang dapat melaknati….(Albaqoroh 159-160)
Firman Allah “mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka dari mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu “ (Al-Maidah: 63)
lanjutan
Firman Allah “hai orang-orang yang beriman,jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi madharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.hanya kepada Allah kamu kembali semuanya,maka dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan “(Al-Maidah; 105)
Firman Allah “ demi masa.sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran
KEUTAMAAN DAKWAH
firman Allah “ siapakah yang lebih baik daripada orang yang menyeru kepada Allah,mengerjakan amal sholeh dan berkata, ‘sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri,” (fushilat:33)
Hadis “ barang siapa menunjukan kepada kebaikan,ia berhak memperoleh pahala sebagaimana pahala orang pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya (HR.Muslim)
KARAKTER DAKWAH KITA
Rabbaniyah,artinya bersumber dari wahyu Allah
Wasathiyah,artinya tengah-tengah atau tawazun (seimbang)
Ijabiyah,artinya positif dalam memandang alam,manusia,dan kehidupan
Waqi’iyah,artinya realistis dalam memperlakukan individu dan masyarakat
Akhlakiyah,artinya sarat dengan nilai kebenaran,baik dalam sarana maupun tujuan
lanjutan
Alamiyah,bersifat mendunia
Syuriyah,berpijak di atas prinsip musyawarah dalam menemukan segala sesuatunya
syumuliah,artinya utuh dan menyeluruh dalam manhajnya
jihadiyah,artinya terus memerangi siapa saja yang berani menghalang-halangi islam,dan mencegah tersebarnya dakwah
Salafiyah,artinya menjaga orisinilitas dalam pemahaman dan akidah
KEPADA APA KITA MENYERU MANUSIA?
Mengajak kepada islam yang hanif
Menjadikan islam sebagai pedoman hidup
Menyerahkan segala persoalan yang kecil maupun yang besar hanya kepada Allah
7 TAHAPAN DAKWAH FARDIYAH
Oleh mustofa mansyur
Tahapan Pertama
Yaitu membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak didakwahi. Dengan menanyakan dan selalu memperhatikan disaat mad’u tidak ada. Demikian seterusnya tanpa berbicara langsung tentang masalah dakwah, agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perkataan yang dapat diambil manfaat.
Tahapan Kedua
Yaitu membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa. Pembicaraan hendaknya tidak langsung diarahkan pada masalah iman, tapi secara tabi’I, seolah-olah tidak disengaja dengan memanfaatkan momen-momen tertentu seperti ketika seperti melihat burung, tumbuhan, serangga atau apa saja ciptaan Allah swt.
Tahapan Ketiga
Yaitu dengan memperbaiki keadaan dirinya dengan mengenal perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada dirinya dengan mengenalkan perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah dan bentuk-bentuk ibadah yang diwajibkan. Misalnya dengan membekalinya dengan buku-buku sederhana dalam dalam bidang aqidah, ibadah dan akhlak. Mendenganrkan cermah-ceramah, serta memperkenalkan dengan orang-orang sholeh.
Tahapan Keempat
Yaitu menjelaskan tentang pengertian ibadah secara syamil (menyeluruh/ komprehensif), dengan syarat niat yang benar dan mencontoh segala perbuatan yang sesuai dengan Rasulullah.
Tahapan Kelima
Yaitu dengan menjelaskan kepada mad’u, bahwa keberadaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman diri kita sendiri, hanya sebagai seorang muslim yang taat menjalankn kewajiban ritual, berprilaku baik an tidak menyakiti orang lain. Seorang muslim pemahaman nya harus mendorong kita agar bersedia memikul segala kewajiban dan tanggungjawab sosial, semata-mata karena Allah, supaya masyarakat kita berdiri diatas prinsipo-prinsip islam dalam segala aspek.
Tahapan Keenam
Yaitu penyadaran atas kewajiban tadi tidak mungkin dapat ditunaikan secara individu. .
Tahapan Ketujuh
Yaitu kita jelaskan tentang kesadaran seorang mad’u terhadap kepentingan sebuah jama’ah. Akan timbul dalam jiwanya pertanyaan “ Dengan jama’ah mana ia akan bergabung. Tahapan ini memeng agak rumit sehingga membutuhkan hikmah dan kekuatan argumentasi dan penjelasan yang menyakinkan.
selesai
Allahu a’lam bi sowab
FATIMAH AZ-ZAHRA
MAKNA DAKWAH
Secara bahasa
An nida artinya memanggil
Ad-du’a ila syai’I artinya menyeru
Ad-dakwah ila qodhiyah artinya menegaskan atau membelanya
Suatu usaha berupa perkataan atau perbuatan untuk menarik manusia ke suatu aliran atau agama tertentu
Memohon dan meminta,ini yang sering di sebut dengan istilah berdoa
DAKWAH YANG KITA MAKSUDKAN
Membangun masyarakat islam
Dakwah dengan melakukan perbaikan
Memelihara keberlangsungan dakwah
KEWAJIBAN SECARA SYAR’I
Firman Allah “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran:104)
Firman Allah “ sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk setelah kami menerangkanya kepada manusia dalam alkitab,maka ia di laknati Allah dan di laknati oleh semua makhluk yang dapat melaknati….(Albaqoroh 159-160)
Firman Allah “mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka dari mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu “ (Al-Maidah: 63)
lanjutan
Firman Allah “hai orang-orang yang beriman,jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi madharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.hanya kepada Allah kamu kembali semuanya,maka dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan “(Al-Maidah; 105)
Firman Allah “ demi masa.sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran
KEUTAMAAN DAKWAH
firman Allah “ siapakah yang lebih baik daripada orang yang menyeru kepada Allah,mengerjakan amal sholeh dan berkata, ‘sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri,” (fushilat:33)
Hadis “ barang siapa menunjukan kepada kebaikan,ia berhak memperoleh pahala sebagaimana pahala orang pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya (HR.Muslim)
KARAKTER DAKWAH KITA
Rabbaniyah,artinya bersumber dari wahyu Allah
Wasathiyah,artinya tengah-tengah atau tawazun (seimbang)
Ijabiyah,artinya positif dalam memandang alam,manusia,dan kehidupan
Waqi’iyah,artinya realistis dalam memperlakukan individu dan masyarakat
Akhlakiyah,artinya sarat dengan nilai kebenaran,baik dalam sarana maupun tujuan
lanjutan
Alamiyah,bersifat mendunia
Syuriyah,berpijak di atas prinsip musyawarah dalam menemukan segala sesuatunya
syumuliah,artinya utuh dan menyeluruh dalam manhajnya
jihadiyah,artinya terus memerangi siapa saja yang berani menghalang-halangi islam,dan mencegah tersebarnya dakwah
Salafiyah,artinya menjaga orisinilitas dalam pemahaman dan akidah
KEPADA APA KITA MENYERU MANUSIA?
Mengajak kepada islam yang hanif
Menjadikan islam sebagai pedoman hidup
Menyerahkan segala persoalan yang kecil maupun yang besar hanya kepada Allah
7 TAHAPAN DAKWAH FARDIYAH
Oleh mustofa mansyur
Tahapan Pertama
Yaitu membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak didakwahi. Dengan menanyakan dan selalu memperhatikan disaat mad’u tidak ada. Demikian seterusnya tanpa berbicara langsung tentang masalah dakwah, agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perkataan yang dapat diambil manfaat.
Tahapan Kedua
Yaitu membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa. Pembicaraan hendaknya tidak langsung diarahkan pada masalah iman, tapi secara tabi’I, seolah-olah tidak disengaja dengan memanfaatkan momen-momen tertentu seperti ketika seperti melihat burung, tumbuhan, serangga atau apa saja ciptaan Allah swt.
Tahapan Ketiga
Yaitu dengan memperbaiki keadaan dirinya dengan mengenal perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada dirinya dengan mengenalkan perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah dan bentuk-bentuk ibadah yang diwajibkan. Misalnya dengan membekalinya dengan buku-buku sederhana dalam dalam bidang aqidah, ibadah dan akhlak. Mendenganrkan cermah-ceramah, serta memperkenalkan dengan orang-orang sholeh.
Tahapan Keempat
Yaitu menjelaskan tentang pengertian ibadah secara syamil (menyeluruh/ komprehensif), dengan syarat niat yang benar dan mencontoh segala perbuatan yang sesuai dengan Rasulullah.
Tahapan Kelima
Yaitu dengan menjelaskan kepada mad’u, bahwa keberadaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman diri kita sendiri, hanya sebagai seorang muslim yang taat menjalankn kewajiban ritual, berprilaku baik an tidak menyakiti orang lain. Seorang muslim pemahaman nya harus mendorong kita agar bersedia memikul segala kewajiban dan tanggungjawab sosial, semata-mata karena Allah, supaya masyarakat kita berdiri diatas prinsipo-prinsip islam dalam segala aspek.
Tahapan Keenam
Yaitu penyadaran atas kewajiban tadi tidak mungkin dapat ditunaikan secara individu. .
Tahapan Ketujuh
Yaitu kita jelaskan tentang kesadaran seorang mad’u terhadap kepentingan sebuah jama’ah. Akan timbul dalam jiwanya pertanyaan “ Dengan jama’ah mana ia akan bergabung. Tahapan ini memeng agak rumit sehingga membutuhkan hikmah dan kekuatan argumentasi dan penjelasan yang menyakinkan.
selesai
Allahu a’lam bi sowab
Monday, February 21, 2011
Lika-Liku Dakwah Fardiyah
Inilah resume singkat dari Buku FIQH DAKWAH dengan pengarang Syekh Mustafa Mansur.
*
7 TAHAPAN DAKWAH FARDIYAH
*
Tahapan Pertama
Yaitu membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak didakwahi. Dengan menanyakan dan selalu memperhatikan disaat mad’u tidak ada. Demikian seterusnya tanpa berbicara langsung tentang masalah dakwah, agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perkataan yang dapat diambil manfaat.
Tahapan Kedua
Yaitu membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa. Pembicaraan hendaknya tidak langsung diarahkan pada masalah iman, tapi secara tabi’I, seolah-olah tidak disengaja dengan memanfaatkan momen-momen tertentu seperti ketika seperti melihat burung, tumbuhan, serangga atau apa saja ciptaan Allah swt.
Tahapan Ketiga
Yaitu dengan memperbaiki keadaan dirinya dengan mengenal perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada dirinya dengan mengenalkan perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah dan bentuk-bentuk ibadah yang diwajibkan.
Misalnya dengan membekalinya dengan buku-buku sederhana dalam dalam bidang aqidah, ibadah dan akhlak. Mendenganrkan cermah-ceramah, serta memperkenalkan dengan orang-orang sholeh.
Tahapan Keempat
Yaitu menjelaskan tentang pengertian ibadah secara syamil (menyeluruh/ komprehensif), dengan syarat niat yang benar dan mencontoh segala perbuatan yang sesuai dengan Rasulullah.
Tahapan Kelima
Yaitu dengan menjelaskan kepada mad’u, bahwa keberadaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman diri kita sendiri, hanya sebagai seorang muslim yang taat menjalankn kewajiban ritual, berprilaku baik an tidak menyakiti orang lain. Seorang muslim pemahaman nya harus mendorong kita agar bersedia memikul segala kewajiban dan tanggungjawab sosial, semata-mata karena Allah, supaya masyarakat kita berdiri diatas prinsipo-prinsip islam dalam segala aspek.
Tahapan Keenam
Yaitu penyadaran atas kewajiban tadi tidak mungkin dapat ditunaikan secara individu.
Tahapan Ketujuh
Yaitu kita jelaskan tentang kesadaran seorang mad’u terhadap kepentingan sebuah jama’ah. Akan timbul dalam jiwanya pertanyaan “ Dengan jama’ah mana ia akan bergabung. Tahapan ini memeng agak rumit sehingga membutuhkan hikmah dan kekuatan argumentasi dan penjelasan yang menyakinkan.
Inilah resume singkat dari Buku FIQH DAKWAH dengan pengarang Syekh Mustafa Mansur.
*
7 TAHAPAN DAKWAH FARDIYAH
*
Tahapan Pertama
Yaitu membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak didakwahi. Dengan menanyakan dan selalu memperhatikan disaat mad’u tidak ada. Demikian seterusnya tanpa berbicara langsung tentang masalah dakwah, agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perkataan yang dapat diambil manfaat.
Tahapan Kedua
Yaitu membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa. Pembicaraan hendaknya tidak langsung diarahkan pada masalah iman, tapi secara tabi’I, seolah-olah tidak disengaja dengan memanfaatkan momen-momen tertentu seperti ketika seperti melihat burung, tumbuhan, serangga atau apa saja ciptaan Allah swt.
Tahapan Ketiga
Yaitu dengan memperbaiki keadaan dirinya dengan mengenal perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada dirinya dengan mengenalkan perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah dan bentuk-bentuk ibadah yang diwajibkan.
Misalnya dengan membekalinya dengan buku-buku sederhana dalam dalam bidang aqidah, ibadah dan akhlak. Mendenganrkan cermah-ceramah, serta memperkenalkan dengan orang-orang sholeh.
Tahapan Keempat
Yaitu menjelaskan tentang pengertian ibadah secara syamil (menyeluruh/ komprehensif), dengan syarat niat yang benar dan mencontoh segala perbuatan yang sesuai dengan Rasulullah.
Tahapan Kelima
Yaitu dengan menjelaskan kepada mad’u, bahwa keberadaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman diri kita sendiri, hanya sebagai seorang muslim yang taat menjalankn kewajiban ritual, berprilaku baik an tidak menyakiti orang lain. Seorang muslim pemahaman nya harus mendorong kita agar bersedia memikul segala kewajiban dan tanggungjawab sosial, semata-mata karena Allah, supaya masyarakat kita berdiri diatas prinsipo-prinsip islam dalam segala aspek.
Tahapan Keenam
Yaitu penyadaran atas kewajiban tadi tidak mungkin dapat ditunaikan secara individu.
Tahapan Ketujuh
Yaitu kita jelaskan tentang kesadaran seorang mad’u terhadap kepentingan sebuah jama’ah. Akan timbul dalam jiwanya pertanyaan “ Dengan jama’ah mana ia akan bergabung. Tahapan ini memeng agak rumit sehingga membutuhkan hikmah dan kekuatan argumentasi dan penjelasan yang menyakinkan.
RESUME FIQIH DAKWAH – MUSTAFA MANSUR BAB VII
KEWAJIBAN BERAMAL JAMA’I
Pendahuluan.
Karakter dakwah Islamiyyah saat ini mewajibkan setiap muslim bergerak dan berusaha mewujudkan seluruh tuntutan Islam. Setiap muslim wajib berusaha mewujudkan dan menegakkan Daulah Islamiyyah ‘Alamiyyah, suatu pemerintahan Islam internasional. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai dengan Amal Jam’i. Maka Amal Jama’I adalah wajib, sebagaimana kaidah usul fiqh “suatu yang tidak sempurna pelaksanaannya kecuali dilaksanakn dengan-nya, maka sesuatu (yang membuat sempurna) itu wajib”. Islam bukan “dien- ndividual” Islam, tapi Islam adalah ad-dien ummah wahidah, satu tanah air satu tubuh Islam menyeru pada ke-satu-padu-an kaum muslimin. Allah berfirman;
“dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali (Ad-Dien) Allah, dan jaganlah bercerai-berai..” (Ali Imran: 103)
- Jama’ah Harus Memiliki Manhaj, Pimpinan dan Anggota
Imam Hasan al-Banna mengatakan :
“mengulang kaji seluruh organisasi atau riwayat bangsa-bangsa, anda akan mendapati bahwa asas keberhasilan, kebangkitan dan pembangunannya adalah adalah adanya manhaj…”.
Maka, satu jama’ah tidak akan bernilai jika pimpinanan tidak berwibawa dan tidak ditaati anggotanya dalam persoalan yang ma’ruf, bukan dalam persoalan yang munkar dan makshiyat.
- Pimpinan
Pimpinan dalam satu jama’ah, ibarat kepala bagi tubuh. Pimpinan juga merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Persatuan adalah lambang kekuatan, namun pimpinan tiak boleh hanya sebatas lambang. Maka, pimpinan memerlukan kemampuan, kelayakkan dan keprimaan. Selain itu pimpinan tidak boleh bertindak secara inkonstitusional, ia harus tunduk pada ketentuan jama’ah. Kita harus berhati-hati dalam memilih pimpinan. Jangan memilih pimpinan secara pilih-kasih dan kong kali-kong-(Hadis dari Ibnu Abbas, riwayat al-Hakam dan disahkan oleh Syuyuthi), selanjutnya tidak boleh memberikan jabatan/amanah pada orang yang memintanya- (Hadis dari Abu Musa, riwayat Syaikhan, abu Daud dan Nasa’I).
- Keanggotaan
Sebagaimana dalam Sirah Rasulullah, tampak jelas bahwa beliau mendidik dan membina generasi muslim pertama dengan ajaran Al-Qur’an. Mereka menjadi tiang-pondasi kuat bagi Daulah Islamiyyah di Madinah. Nabi mempersatukan kaum muslim dalam ikatan “persaudaraan “ se-Aqidah-Islam. Tajjarut----Ta’rief----Tanfidz.
ATURAN DAN ADAB PERGAULAN PIMPINAN DAN ANGGOTA
- Saling menghormati dan Menghargai
Sebagaimana hadits Nabi SAW;
“Barang siapa taat pada-ku maka dia taat pada Allah, dan barang siapa durhaka pada-ku maka dia durhaka pada Allah. Dan barang siapa taat pada amir maka ia taat pada-ku, dan barang siapa durhaka pada amir maka ia durhaka pada-ku”
- Adab Pergaulan dan Komunikasi
Menghindari perkataan yang menyinggung hati, berburuk sangka dan tidak pantas. Katankanlah yang benar namun dengan cara yang ma’ruf.
- Saling Mempercayai dan Berbaik Sangka
Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah dari banyak berprasangka. Sungguh sebagian prasangka itu dosa, dan jaganlah kamu mencari-cari kesalahan, jagan menggunjing sebagian yang lain. Sukakah kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik atas hal itu. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.” (Al-Hujarot : 12)
- Saling Menasehati
Rasul bersabda; “Ad-dien adalh nasihat. Kami bertanya, “untuk siapa”? Rasulullah menjawab, “bagi Allah, Rasul-Nya, Kitab-nya pemimpin-pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang awam.
- Saling Mencintai dan Bersaudara
Firman Allah; “dan katakanlah pada hamba-hamba-Ku, hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesunguhnya syaitan adalah penimbul perselisihan di antara mereka. Sungguh syaitan adalah musuh yang nyata bagimu”. (Al-Isra : 53)
- Mempererat Hubungan antara Pimpinan dan anggota
Tali hubungan/komunikasi laksana urat syaraf dalam tubuh. Bila mekanisme komunikasi lumpuh, maka amal jama’ah akan terganggu, malah akan melumpuhkan seluruh gerakkan.
- Hal pergantian Pimpinan
Beramal jama’ah dalm tingkatan apapun adalah ibadah pada Allah. Tidak boleh merasa berat untuk beramal dan bergerak dibawah pimpinan dan komando yang baru. Setiap anggota jama’ah harus siap dan selalu mempersiapkan diri untuk mengemban amnah menjadi pimpinan tatkala tiba waktunya.
- Tunduk pada Hukum Allah dan Rasul-Nya
Sangat jelas sebagaimana dalam Al-Qur’an :An-nisa ayat 59, 65 dan Al-Ahzab ayat 36).
- Mengkaji berbagai Harokah dan membina pengalaman
Pimpinan dan anggota harus bersama-sama memperbaiki (islah) gerakan dan hendaknya mengkaji sejarah pergerakan Islam yang lain. Selalu mengambil segi positif dan meinggalkan ke-mudlaratan bagi jama’ah.
Allahu Akbar.!!
KEWAJIBAN BERAMAL JAMA’I
Pendahuluan.
Karakter dakwah Islamiyyah saat ini mewajibkan setiap muslim bergerak dan berusaha mewujudkan seluruh tuntutan Islam. Setiap muslim wajib berusaha mewujudkan dan menegakkan Daulah Islamiyyah ‘Alamiyyah, suatu pemerintahan Islam internasional. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai dengan Amal Jam’i. Maka Amal Jama’I adalah wajib, sebagaimana kaidah usul fiqh “suatu yang tidak sempurna pelaksanaannya kecuali dilaksanakn dengan-nya, maka sesuatu (yang membuat sempurna) itu wajib”. Islam bukan “dien- ndividual” Islam, tapi Islam adalah ad-dien ummah wahidah, satu tanah air satu tubuh Islam menyeru pada ke-satu-padu-an kaum muslimin. Allah berfirman;
“dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali (Ad-Dien) Allah, dan jaganlah bercerai-berai..” (Ali Imran: 103)
- Jama’ah Harus Memiliki Manhaj, Pimpinan dan Anggota
Imam Hasan al-Banna mengatakan :
“mengulang kaji seluruh organisasi atau riwayat bangsa-bangsa, anda akan mendapati bahwa asas keberhasilan, kebangkitan dan pembangunannya adalah adalah adanya manhaj…”.
Maka, satu jama’ah tidak akan bernilai jika pimpinanan tidak berwibawa dan tidak ditaati anggotanya dalam persoalan yang ma’ruf, bukan dalam persoalan yang munkar dan makshiyat.
- Pimpinan
Pimpinan dalam satu jama’ah, ibarat kepala bagi tubuh. Pimpinan juga merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Persatuan adalah lambang kekuatan, namun pimpinan tiak boleh hanya sebatas lambang. Maka, pimpinan memerlukan kemampuan, kelayakkan dan keprimaan. Selain itu pimpinan tidak boleh bertindak secara inkonstitusional, ia harus tunduk pada ketentuan jama’ah. Kita harus berhati-hati dalam memilih pimpinan. Jangan memilih pimpinan secara pilih-kasih dan kong kali-kong-(Hadis dari Ibnu Abbas, riwayat al-Hakam dan disahkan oleh Syuyuthi), selanjutnya tidak boleh memberikan jabatan/amanah pada orang yang memintanya- (Hadis dari Abu Musa, riwayat Syaikhan, abu Daud dan Nasa’I).
- Keanggotaan
Sebagaimana dalam Sirah Rasulullah, tampak jelas bahwa beliau mendidik dan membina generasi muslim pertama dengan ajaran Al-Qur’an. Mereka menjadi tiang-pondasi kuat bagi Daulah Islamiyyah di Madinah. Nabi mempersatukan kaum muslim dalam ikatan “persaudaraan “ se-Aqidah-Islam. Tajjarut----Ta’rief----Tanfidz.
ATURAN DAN ADAB PERGAULAN PIMPINAN DAN ANGGOTA
- Saling menghormati dan Menghargai
Sebagaimana hadits Nabi SAW;
“Barang siapa taat pada-ku maka dia taat pada Allah, dan barang siapa durhaka pada-ku maka dia durhaka pada Allah. Dan barang siapa taat pada amir maka ia taat pada-ku, dan barang siapa durhaka pada amir maka ia durhaka pada-ku”
- Adab Pergaulan dan Komunikasi
Menghindari perkataan yang menyinggung hati, berburuk sangka dan tidak pantas. Katankanlah yang benar namun dengan cara yang ma’ruf.
- Saling Mempercayai dan Berbaik Sangka
Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah dari banyak berprasangka. Sungguh sebagian prasangka itu dosa, dan jaganlah kamu mencari-cari kesalahan, jagan menggunjing sebagian yang lain. Sukakah kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik atas hal itu. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.” (Al-Hujarot : 12)
- Saling Menasehati
Rasul bersabda; “Ad-dien adalh nasihat. Kami bertanya, “untuk siapa”? Rasulullah menjawab, “bagi Allah, Rasul-Nya, Kitab-nya pemimpin-pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang awam.
- Saling Mencintai dan Bersaudara
Firman Allah; “dan katakanlah pada hamba-hamba-Ku, hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesunguhnya syaitan adalah penimbul perselisihan di antara mereka. Sungguh syaitan adalah musuh yang nyata bagimu”. (Al-Isra : 53)
- Mempererat Hubungan antara Pimpinan dan anggota
Tali hubungan/komunikasi laksana urat syaraf dalam tubuh. Bila mekanisme komunikasi lumpuh, maka amal jama’ah akan terganggu, malah akan melumpuhkan seluruh gerakkan.
- Hal pergantian Pimpinan
Beramal jama’ah dalm tingkatan apapun adalah ibadah pada Allah. Tidak boleh merasa berat untuk beramal dan bergerak dibawah pimpinan dan komando yang baru. Setiap anggota jama’ah harus siap dan selalu mempersiapkan diri untuk mengemban amnah menjadi pimpinan tatkala tiba waktunya.
- Tunduk pada Hukum Allah dan Rasul-Nya
Sangat jelas sebagaimana dalam Al-Qur’an :An-nisa ayat 59, 65 dan Al-Ahzab ayat 36).
- Mengkaji berbagai Harokah dan membina pengalaman
Pimpinan dan anggota harus bersama-sama memperbaiki (islah) gerakan dan hendaknya mengkaji sejarah pergerakan Islam yang lain. Selalu mengambil segi positif dan meinggalkan ke-mudlaratan bagi jama’ah.
Allahu Akbar.!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
